๐จ๏ธ Kepastian Datangnya Tidak Boleh Kita
MakhlukKepastian Wanita adalah mahkluk kepastian. Sebagian besar dari mereka bisa menunggu dengan sabar datangnya kepastian tersebut; menunggu, menunggu, dan terus menunggu. Tere Liye Kalian para wanita mungkin langsung setuju dengan quotes yang satu ini. Bahwa tanpa diminta sekalipun, kalian akan menantikan pujaan hatimu dengan penuh kesabaran.
Kepastiandatangnya kiamat tidak boleh kita . A. Ceritakan B. Takutkan C. Ragukan D. Yakini . Latihan Soal Agama Islam
56 "Kamu tidak bisa tinggal di sudut hutan menunggu orang lain datang kepadamu. Kamu kadang-kadang harus pergi ke sana. " - AA Milne. 57. "Kita harus melepaskan kehidupan yang telah direncanakan agar dapat menerima kehidupan yang menunggu kita." - Joseph Campbell. 58. "Tidak ada yang namanya kegagalan, hanya menunggu kesuksesan." - John
Jikakesulitan dan kemudahan bisa hadir secara bersamaan mengapa tidak untuk kegundahan dan keyakinan? July 12, 2022. 543 . PENYEBAB datangnya rezeki. Sebagai Muslim, kita meyakini bahwa rezeki adalah hak mutlak Allah yang diberikan kepada umat manusia. UJIAN Allah itu merupakan sebuah kepastian. Oleh sebab itu, ketika kita merasa hidup
Memangtidak mudah untuk menunggu sebuah kepastian, maka dari itu banyak orang yang menyerah ditengah jalan. Tidak ada lagi yang lebih membosankan di dunia ini selain menunggu datangnya kepastian. Menunggu itu melelahkan, apalagi menunggu tanpa kepastian. Ketika dalam menunggu kepastian yang tak pasti, maka bersiap untuk menerima kekecewaan.
ExU5Qph. APA tujuan hidup muslim yang sebenarnya? Jangan-jangan selama ini kita tidak tahu tentang tujuan hidup. Kita hanya tahu bagaimana cara agar bertahan hidup. Padahal di kehidupan kita saat ini, sejatinya kita sedang mempersiapkan bekal kematian untuk kehidupan yang baru dan kekal. Allah Taโala sudah menjelaskan dengan sangat gamblangnya di dalam Alquran apa yang menjadi tujuan kita hidup di muka bumi ini. Cobalah kita membuka lembaran-lembaran Alquran dan kita jumpai pada surat Adz Dzariyat ayat 56. Di sana, Allah Taโala berfirman, โDan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.โ QS. Adz Dzariyat 56 Jadi, Allah SWT tidaklah membiarkan kita begitu saja. Kepada manusia, Allah SWT tidak hanya memerintahkan untuk makan, minum, melepas lelah, tidur, mencari sesuap nasi untuk keberlangsungan hidup. Karena bukan hanya itu tujuan hidup muslim. BACA JUGA Halal dan Thayyib, Makan Itu Melangsungkan Hidup, Bukan Membunuh Hidup Foto Unsplash Ingatlah, bukan hanya untuk bertahan hidup Allah menciptakan kita. Tetapi ada tujuan besar di balik itu semua yang merupakan tujuan hidup muslim. Allah SWT mencipkan manusia agar setiap hamba dapat beribadah kepada-Nya. Allah Taโala berfirman, โMaka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main saja, dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?โ QS. Al Muโminun 115. Ibnu Qoyyim Al Jauziyah mengatakan, โApakah kalian diciptakan tanpa ada maksud dan hikmah, tidak untuk beribadah kepada Allah, dan juga tanpa ada balasan dari-Nya[?] โ Madaarijus Salikin, 1/98 Jadi beribadah kepada Allah adalah tujuan diciptakannya jin, manusia dan seluruh makhluk. Makhluk tidak mungkin diciptakan begitu saja tanpa diperintah dan tanpa dilarang. Allah Taโala berfirman, โApakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja tanpa pertanggungjawaban?โ QS. Al Qiyamah 36. Imam Asy Syafiโi mengatakan, โApakah mereka diciptakan tanpa diperintah dan dilarang?โ. Ulama lainnya mengatakan, โApakah mereka diciptakan tanpa ada balasan dan siksaan?โ Lihat Madaarijus Salikin, 1/98 Setelah mengetahui tujuan hidup muslim di dunia, maka kita perlu tahu bahwa jika Allah memerintahkan kita untuk beribadah kepada-Nya, bukan berarti Allah butuh pada kita. Sesungguhnya Allah tidak menghendaki sedikit pun rezeki dari makhluk-Nya dan Dia pula tidak menghendaki agar hamba memberi makan pada-Nya. Allah lah yang Maha Pemberi Rizki. Perhatikan ayat selanjutnya, kelanjutan surat Adz Dzariyat ayat 56. Di sana, Allah Taโala berfirman, โAku tidak menghendaki rezeki sedikit pun dari makhluk dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi makan pada-Ku. Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezeki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.โ QS. Adz Dzariyat 57-58 Jadi, justru kita yang butuh pada Allah. Justru kita yang butuh melakukan ibadah kepada-Nya. Ibnul Qoyyim rahimahullah tatkala beliau menjelaskan surat Adz Dzariyaat ayat 56-57. Beliau rahimahullah mengatakan,โDalam ayat tersebut Allah Taโala mengabarkan bahwa Dia tidaklah menciptakan jin dan manusia karena butuh pada mereka, bukan untuk mendapatkan keuntungan dari makhluk tersebut. Akan tetapi, Allah Taโala Allah menciptakan mereka justru dalam rangka berderma dan berbuat baik pada mereka, yaitu supaya mereka beribadah kepada Allah, lalu mereka pun nantinya akan mendapatkan keuntungan. Semua keuntungan pun akan kembali kepada mereka. Hal ini sama halnya dengan perkataan seseorang, โJika engkau berbuat baik, maka semua kebaikan tersebut akan kembali padamuโ. Jadi, barangsiapa melakukan amalan sholeh, maka itu akan kembali untuk dirinya sendiri. โ Thoriqul Hijrotain, hal. 222 Tujuan Hidup Muslim dan Kepastian Datangnya Kematian Ilustrasi Unsplash Jelaslah bahwa sebenarnya kitalah yang butuh pada ibadah kepada-Nya karena balasan dari ibadah tersebut akan kembali lagi kepada kita. Dengan mengetahui tujuan hidup muslim, kita pun harus tahu bahwa dalam kehidupan, akan ada kematian sebagai awal kehidupan yang baru. Sehingga kita selalu berusaha untuk siap ketika maut menjemput. Karena maut itu sesuatu yang pasti akan terjadi. Kematian al-maut menyerang siapa saja dan sering kali tiba-tiba jaโat fujโatan. Maut merenggut nyawa orang tua, anak-anak, orang biasa, orang hebat, dan siapa saja. Bahkan, menyerang pengantin baru pada malam pertama dan orang yang sedang pesta dan bergembira ria bersama keluarga dan orang-orang yang dicinta. โKatakanlah, Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu.โโ QS Al-Jum`ah [62] 8. Karena wataknya yang seperti tak mengenal belas kasihan, kematian itu disebut oleh Nabi dengan istilah hadzim al-ladzdzaat, yakni penghancur kenikmatan dan kelezatan duniawi HR Tirmidzi, Nasaโi, dan Ahmad dari Abu Hurairah. Sebagian ulama menyebutnya dengan istilah, mufarriq al-ahbab yang menceraikan manusia dari orang-orang yang dicinta dan musyattit al-jam`iyyah yang memutuskan mansia dari kelompok sosialnya. Meskipun merupakan fenomena sehari-hari, manusia belum sepenuhnya mengetahui hakikat kematian itu. Menurut al-Ghazali, kematian itu bukan tak adanya hidup, melainkan berubahnya keadaan. BACA JUGA Inilah 4 Kunci Kebahagiaan Hidup yang Dapat Diraih Tujuan Hidup Muslim dan Kepastian Datangnya Kematian Foto Unsplash Ini berarti, dengan mati kematian, bukanlah kehidupan itu tak ada. Kehidupan tetap ada, tetapi berubah dalam wujud kehidupan yang lain. Dalam al-Adl al-Ilahi, Murtadza Muthahhari menerangkan perbedaan kehidupan itu, yakni kehidupan dunia dan kehidupan akhirat. Sebagai Muslim, kita mesti mampu memetik pelajaran dari setiap peristiwa kematian. Pertama, karena kematian pasti, kita mesti selalu mengingatnya dan menjadikannya sebagai nasihat. Kedua, karena kematian sejatinya merupakan perjalanan pulang, kita mesti meperbanyak bekal, ibadah, dan amal shaleh. Ketiga, tidak boleh lupa, kita berdoa kepada Allah agar tidak kembali kehadirat-Nya kecuali dalam keadaan Islam. โDan, janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.โ QS Ali Imran [3] 102. Itulah penjelasan mengenai tujuan hidup muslim dan kepastian datangnya kematian. Semoga kita selalu berada dalam lindungan Allah SWT sehingga selamat dunia akhirat. Wallahu aโlam. []
โ Keimanan seseorang bergantung erat dengan keyakinan kepada Allah SWT, baik sifat, afโal, Qadha dan QadarNya. Sederhananya, seorang Islam harus beriman kepada 6 Rukun Iman yang telah diwartakan oleh Rasulullah SAW. dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi. DONASI SEKARANG Percaya Eksistensi Allah, Malaikat, Nabi dan Rasul, Kitab yang diturunkan kepada Nabi dan RasulNya, qadha dan Qadar serta percaya kepada hari akhir. Keenam pokok keimanan dalam Islam inilah yang harus diimani secara penuh, tidak boleh parsial. Percaya kepada sebagian menjadikan oleh jatuh kedalam kekafiran atas kebenaran Allah SWT. Sebagaimana percaya kepada Allah SWT, mengimani adanya hari akhir atau kiamat harus diyakini dengan penuh. Mempercayai hari kiamat sering disebutkan oleh Rasulullah SAW bergandengan dengan percaya kepada Allah. Akan tetapi belakang ini banyak berseliweran ceramah di Youtube yang membahas tentang hari kiamat dan tanda-tandanya. Sebagai pengingat Umat Islam akan hari kiamat sangat dianjurkan oleh Rasulullah karena mengingatkan kepada ketidak abadian dunia. Dunia yang fana pada gilirannya akan hancur dan tibalah hari pembalasan. Bumbu ceramah oleh Ustadzโ yang cenderung melebihkan cerita dan mengarahkan tanggal tertentu menimbulkan permasalahan sendiri. Beberapa kasus menunjukan, akibat ceramah yang memiliki kecenderungan memastikan tanggal kiamat mendorong orang bersikap gelap mata, dengan menjual aset dan harta bendanya. Pemahaman yang mendalam dan proporsional dalam memandang kepastian kiamat harus dikedepankan bukan sekedar berceramah provokatif dengan memastikan kejadian sesuatu yang ghaib. Hari kiamat diartikan sebagai hari hancurnya kehidupan didunia dan dimulainya pengadilan Allah/ yaumul hisab. Umat Islam memiliki kewajiban agama untuk meyakini akan datangnya hari kiamat, tidak boleh tidak. Kepastian kiamat pasti terjadi telah diwartakan oleh Allah SWT; ููุฅูููููู ููุนูููู
ู ูููุณููุงุนูุฉู ูููุง ุชูู
ูุชูุฑูููู ุจูููุง ููุงุชููุจูุนูููู ููุฐูุง ุตูุฑูุงุทู ู
ูุณูุชููููู
ู ูฆูก Artinya; โDan Sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat. karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu dan ikutilah aku. Inilah jalan yang lurusโ Qs. Az-Zukhruf 61 Kepastian Kiamat dalam ajaran Islam tidak serta merta diketahui dengan jelas kapan dan masih berapa waktu lagi kejadianNya. Karena kepastian Kiamat dalam Islam masuk dalam persoalan yang hanya diketahui oleh Allah SWT, ุฅูููู ุงูุณููุงุนูุฉู ุขุชูููุฉู ุฃูููุงุฏู ุฃูุฎููููููุง ููุชูุฌูุฒูู ููููู ููููุณู ุจูู
ูุง ุชูุณูุนูู ูกูฅ Artinya; โSegungguhnya hari kiamat itu akan datang aku merahasiakan waktunya agar supaya tiap-tiap diri itu dibalas dengan apa yang ia usahakanโ Qs. Thaha 15 Allah menjamin kepastian Kiamat, akan tetapi disatu sisi menjaga kerahasiaan waktu terjadinya. Allah SWT mewartakan melalui Muhammad SAW, bahwa kiamat sudah dekat dari masa kenabian beliau, akan tetapi setalah 14 Abad berlalu belum terjadi. Hal ini tidak menjadikan perkataan Allah SWT dan RasulNya tidak benar, hanya dimensi waktu yang diucapkan oleh Rasulullah SAW tidak sama dengan pemikiran orang awam. Sebagaimana janji Rasulullah SAW yang menyatakan; Islam akan menaklukan Konstantinopel baru terjadi pada masa Sultan Mahmud II atau Sultan Muhammad Al-Fatih dari dinasti Utsmaniyah. Nubuat Nabi Muhammad SAW baru terlaksana tahun 857 H atau tahun 1453 M. Ada rentang waktu sekitar 8,5 Abad sebelum perkataan Nabi Muhammad SAW menjadi kenyataan. akan tetapi bukti tersebut menunjukan kata-kata Nabi Muhammad SAW adalah benar. Sama halnya dengan Nubuat Nabi Muhammad SAW tentang hari Kiamat, pasti akan terjadi. Akan tetapi kecenderungan memastikan tanggal sebagaimana Oknum Ustadzโ tersebut tidak dibenarkan. Alasannya adalah mendahului ketentuan Allah SWT yang bersifat ghaib. Ketentuan Kiamat hanya Allah SWT yang maha tahu sebagaimana dalam surat Thaha ayat 15. Tanda-Tanda Kiamat Membicarakan kiamat untuk konten Ceramah atau Status Media Sosial memang seksi. Apalagi ditambah dengan bumbu secara berlebihan akan menjerumuskan oleh memperolok ketentuan Allah SWT. Hal ini sangat tidak memenuhi standar kepantasan. Islam jelas menerangkan kepastian kiamat akan terjadi, bahkan Rasulullah menerangkan banyak kriteria dalam hadits beliau. Menurut Majdudin Ibnu Atsir dalam kitab Jamiโul Ushul fi Ahaditsil Rasul tidak kurang dari 40 hadits menjelaskan tentang kepastian kiamat serta kejadiannya. Dari 40 Hadits tersebut tidak semua terverifikasi shahih, ada yang berstatus dlaif atau lemah. Hadits tentang kiamat membahas kejadian yang pendahulu sebelum kiamat berupa wafatnya Muhammad SAW, amanat disia-siakan, fitnah meraja lela, kemerosotan Ilmu pengetahuan dan lain-lain. Tanda-tanda ini menjadi tanda umum yang sudah berlangsung berabad lampau. Tanda-tanda kiamat yang diriwayatkan dalam kitab shahih tercantum dalam kitab sunan Imam Muslim. Beliau menuliskan; ุนููู ุญูุฐูููููุฉู ุจููู ุฃูุณููุฏู ุงููุบูููุงุฑูููู ููุงูู ุงุทููููุนู ุงููููุจูููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ุนูููููููุง ููููุญููู ููุชูุฐูุงููุฑู ููููุงูู ู
ูุง ุชูุฐูุงููุฑูููู ููุงูููุง ููุฐูููุฑู ุงูุณููุงุนูุฉู ููุงูู ุฅููููููุง ูููู ุชููููู
ู ุญูุชููู ุชูุฑููููู ููุจูููููุง ุนูุดูุฑู ุขููุงุชู ููุฐูููุฑู ุงูุฏููุฎูุงูู ููุงูุฏููุฌููุงูู ููุงูุฏููุงุจููุฉู ููุทููููุนู ุงูุดููู
ูุณู ู
ููู ู
ูุบูุฑูุจูููุง ููููุฒูููู ุนููุณูู ุงุจููู ู
ูุฑูููู
ู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ููููุฃูุฌููุฌู ููู
ูุฃูุฌููุฌู ููุซูููุงุซูุฉู ุฎูุณูููู ุฎูุณููู ุจูุงููู
ูุดูุฑููู ููุฎูุณููู ุจูุงููู
ูุบูุฑูุจู ููุฎูุณููู ุจูุฌูุฒููุฑูุฉู ุงููุนูุฑูุจู ููุขุฎูุฑู ุฐููููู ููุงุฑู ุชูุฎูุฑูุฌู ู
ููู ุงููููู
ููู ุชูุทูุฑูุฏู ุงููููุงุณู ุฅูููู ู
ูุญูุดูุฑูููู
ู Dieritakan oleh Hudzaifah bin Asid dari suku Al-Ghifari bahwa Rasul pernah mendatangi kumpulan kami yang sedang membicarakan hari Kiamat. Rasulullah bersabda bahwa tidak akan datang kiamat sebelum didahuli 10 tanda-tandanya. Bahw Kiamat akan didahului oleh Dukhan atau Kabut, munculnya Dajjal, binatang Dabbah, matahari terbit dari barat, Nabi Isa bin Maryam AS Isa al-Masih turun kebumi lagi, munculnya Yaโjuj-Maโjuj. Tanda selanjutnya yakni adanya 3 Gerhana sekaligus yaitu Gerhana dibagian Timur, bagian barat dan Gerhana di Jazirah Arab. Ciri-ciri terakhir akan terjadinya kiamat menurut Hadits Imam Muslim adalah munculnya Api dari Yaman negara dibagian selatan Jazirah Arab. Api dari Yaman ini akan menggiring manusia menuju sebuah tempat berkumpul banyak orang. Ciri-ciri ini banyak ditafsirkan oleh Ulama kontemporer dengan kejadian-kejadian di era modern saat ini. Berbagai tanda yang dimaksudkan oleh Rasulullah SAW pastinya bernilai benar, dan satu sisi tafsir kepada kata-kata beliau belum tentu benar. Oleh karenya dalam memahami dalil Kiamat jangan sampai terjebat kepada Ramalanโ yang berujung memastikan perkara ghaib. jika dalam ceramah atau kajian Islam, membawa ayat Al-Qurโan atau Hadits dengan tujuan memastikan tanggal dan waktu kejadian Kiamat sama dengan mendahului Qadha dan Qadar Allah SWT. Tidak ubahnya seperti Peramalโ yang berjubah Ustadzโ. Ramalan Kiamat Memakai gelar Ustadzโ kemudian sering berkoar dan cenderung memastikan tibanya hari kiamat dengan menentukan tanggal tertentu tidak ubahnya seperti peramal. Walaupun mendasarkan diri kepada tanda-tanda alam sesuai dengan Hadits Rasulullah SAW. Karena memastikan perkara ghaib tanpa pengetahuan akan menjerumuskan umat Islam kepada kebingungan dan ketidak-pastian tentunya mendahului qudrah Allah SWT. Kasus yang terjadi bermotif agama untuk memastikan Kiamat pernah terjadi pada saat ramai Kasus Lia Aminudin dengan Kerajaan Edenya. Pada tahun 1999 pernah dianggap akhir dunia oleh banyak orang yang meyakini ramalan dari penulis abad 16 Nostradamus dalam buku Les Vraves Centuries. Dalam buku ramalan tersebut menyebutkan bahwa Kiamat akan terjadi bulan Juni 1999. Menginjak tahun 2012 juga pernah terekam kasus yang menggemparkan dunia tentang Ramalan berakhirnya dunia atau kiamat. Ramalan yang bersumber dari mitos Suku Maya ternyata juga tidak terbukti benar. Lebih jauh kebelakang pernah terjadi Hoaks terjadinya Kiamat yang berasal dari Kelompok Sacred Flower pada tahun 1910. Kegaduhan Isu Kiamat pada tahun tersebut disebabkan lewatnya Komet Haley yang mempunyai siklus melewati bumi 76 tahun sekali. Kepanikan yang disebabkan Isu Kiamat oleh Sacred Flower sampai akan mengorbankan seorang Perawan untuk mencegah jatuhnya kiamat di Bumi. Terbaru yakni keriuhan dunia Maya yang merembet ke dunia nyata akibat Ceramah yang berbau Ramalan dukhan sebagai penanda awalnya Kiamat. Argumentasi yang dibangun oleh Ustadzโ tersebut karena pertengahan Bulan Ramadhan Jatuh pada hari Jumat. Sebagaimana diketahui bahwa tanggal 15 Ramadhan tahun 1441 H memang jatuh pada hari Jumat. Setidaknya, saat penulis menulis artikel ini sudah memasuki tanggal 6 Syawal tahun 1441 H tidak terjadi Kiamat. Artinya Ceramah Ramalanโ tidak terbukti dan banyak menimbulkan madlarat pemikiran dan degradasi nilai Islam. Jika pola ini dilanjutkan, memastikan hal ghaib yang menjadi wewenang Allah SWT niscaya Islam hanya menjadi agama Ramalan. Naudzubillah. Maka kiranya dalam menerangkan hal ghaib harus ada sikap kehati-hatian jangan sampai memastikan pendapat pada Qalallah al-Qurโan atau Qala Rasulullah sedangkan hanya rekaan dan perkiraan pribadi semata. Kepastian Kiamat terjadi sudah menjadi nash Allah SWT dan berita dari Rasulullah SAW. Akan tetapi memastikan tanggal waktu dan kejadiannya hanya Allah yang mengetahui. Jangan sampai Allah dan Rasul diseret hanya untuk membenarkan pendapat pribadi yang lebih dekat kepada Ramalan. Ash-shawabu Minallah Author Recent Posts Alumni Pondok Pesantren Qomaruddin Sarjana Hukum Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Prodi Perbandingan Madzhab.
Pertanyaan Jawaban "Kepastian yang bersyarat" adalah istilah teologis yang merujuk pada keselamatan orang-orang percaya di dalam Yesus Kristus. Istilah ini mendefinisikan syarat kekekalan atas keselamatan orang Kristen. Dengan kata lain, keselamatan orang Kristen itu bersifat "pasti, namun bersyarat." Hal ini mendorong timbulnya pertanyaan pada kondisi apa sajakah keselamatan orang-percaya memiliki kepastian? Para pendukung doktrin kepastian bersyarat menegaskan bahwa keselamatan tergantung pada kesetiaan seseorang hingga akhir. Menurut analogi yang digunakan Alkitab, para atlet harus menyelesaikan perlombaan supaya bisa menerima hadiah. Mereka yang menganut doktrin kepastian bersyarat menggunakan ayat-ayat Alkitab berikut ini untuk mendukung pengajaran mereka "Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang. Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin. Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat." Mat 2411-13 "Jadi, saudara-saudara, kita adalah orang berhutang, tetapi bukan kepada daging, supaya hidup menurut daging. Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup. Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah." Rom 812-14 "Dan sekarang, saudara-saudara, aku mau mengingatkan kamu kepada Injil yang aku beritakan kepadamu dan yang kamu terima, dan yang di dalamnya kamu teguh berdiri. Oleh Injil itu kamu diselamatkan, asal kamu teguh berpegang padanya, seperti yang telah kuberitakan kepadamu-kecuali kalau kamu telah sia-sia saja menjadi percaya." 1 Kor 151-2 "Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya. Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu. Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah." Gal 67-9 Ayat-ayat di atas dan ayat lainnya secara tersirat menyatakan ada syarat bagi keselamatan orang-percaya. Dalam setiap ayat-ayat tersebut, penulis di bawah pengilhaman Roh Kudus menggunakan bahasa yang mengindikasikan adanya syarat tertentu misalnya, jika Saudara setia sampai akhir, maka Saudara akan diselamatkan ketika membahas soal kepastian atas keselamatan orang-percaya di dalam Kristus. Supaya keselamatan kita bisa dipastikan, maka orang-percaya harus 1 bertahan sampai akhir; 2 hidup oleh Roh; 3 berpegang teguh pada Firman yang diajarkan; dan 4 menabur dalam Roh. Bukan berarti anugerah keselamatan ini tidak sempurna dan berkekurangan dalam hal apapun, tetapi orang-percaya harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk tetap setia. Seperti yang dikatakan oleh Paulus, "tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar" Fil 212. Mengingat dasar Alkitab yang digunakan, tampaknya pandangan mengenai kepastian bersyarat ini tidak tergoyahkan. Bagaimana orang bisa berdebat dengan pengajaran yang menyatakan jika orang-percaya harus tetap setia sampai akhir untuk memastikan keselamatannya? Namun, ada pihak lain yang mendebat hal ini. Inilah debat teologis yang telah berlangsung begitu lama antara pihak Arminian orang-orang yang memegang gagasan mengenai kepastian bersyarat dan Calvinis orang-orang yang meyakini apa yang disebut kepastian "kekal" atau ketekunan orang-orang kudus. Sekalipun pihak Arminian dapat mengutip puluhan ayat-ayat Alkitab yang menunjukkan kepastian yang bersyarat bagi orang-percaya, pihak Calvinis juga dapat menunjukkan serangkaian ayat-ayat Alkitab yang sama banyaknya untuk mendukung pandangan soal kepastian keselamatan yang bersifat kekal, seperti berikut ini "Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga." Mat 2424 "Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita." Rom 838-39 "Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku. Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa." Yoh 1028-29 "Di dalam Dia kamu juga-karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu-di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu. Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya." Efe 113-14 Lebih banyak ayat-ayat yang menjelaskan soal kepastian keselamatan yang bersifat kekal, yang memang dianugerahkan kepada para pengikut Kristus yang sejati. Untuk setiap bagian ayat di atas, terdapat satu hal yang menonjol โ kepastian ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan usaha individual dari setiap orang-percaya, tetapi hanya bersandar pada kasih karunia Allah yang memelihara iman mereka. Sebaliknya, ayat-ayat yang mendukung kepastian bersyarat tampaknya berfokus pada kemampuan orang-percaya untuk bisa tetap setia. Bagaimana kita harus menafsirkan semua ini? Apakah Alkitab mengajarkan kepastian bersyarat dan kepastian kekal secara bersamaan? Jawabannya adalah "tidak." Namun, kita harus mampu menyelaraskan ayat-ayat yang berbicara mengenai orang-percaya yang harus tetap setia dengan ayat-ayat yang berbicara mengenai kedaulatan Allah yang memelihara orang-percaya sampai akhir. Jawabannya adalah dengan melihat apa yang disebut oleh para teolog sebagai Doktrin Kasih Karunia. Doktrin Kasih Karunia dikenal sebagai Lima Pokok Pikiran Calvinisme yang sebenarnya merupakan istilah yang keliru, karena Calvin sendiri tidak pernah menggunakan istilah "lima pokok pikiran". Secara singkat, Doktrin Kasih Karunia adalah Total Depravity Kerusakan Total Karena dosa asal, manusia dilahirkan dalam keadaan benar-benar rusak dan dan tidak mampu melakukan apa pun yang berkenan kepada Allah. Termasuk tidak bisa dan tidak mau mencari Allah. Unconditional Election Pemilihan Tanpa Syarat Karena kerusakan total manusia, Allah sendiri yang harus turun tangan untuk memastikan keselamatan orang-percaya. Allah melakukan hal ini dengan memilih manusia tersebut tanpa syarat manusia tersebut tidak memberikan kontribusi apa-apa untuk dianugerahi keselamatan. Limited Atonement Penebusan Yang Terbatas Supaya mereka yang telah dipilih Allah untuk diselamatkan bisa masuk ke surga, penebusan harus dilakukan untuk memenuhi penghakiman Allah yang adil atas dosa mereka. Allah melakukan hal ini dengan mengorbankan Anak-Nya, Yesus Kristus. Irresistible Grace Anugerah Yang Tidak Dapat Ditolak Allah menganugerahi karunia keselamatan ini dalam "real time" berlaku saat itu juga dengan menarik orang-orang pilihan-Nya kepada-Nya, melalui kuasa Roh Kudus yang memperbaharui hati dan pikiran mereka. Hal ini dilakukan melalui pemberitaan Injil. Perseverance of the Saints Ketekunan Orang-Orang Kudus keselamatan yang Allah karuniakan kepada orang-percaya dapat dilihat sampai akhir karena Allah sendiri yang memelihara dan menguduskan umat-Nya sampai akhir. Untuk mengevaluasi apakah kepastian keselamatan orang-percaya itu bersyarat atau kekal, kita harus menguji lima pokok pikiran dari Doktrin Kasih Karunia ini. Ketekunan orang-orang kudus bukanlah doktrin yang bisa berdiri sendiri, tetapi secara logis bersandar pada empat poin lainnya. Landasan dari Doktrin Kasih Karunia adalah pokok pikiran mengenai kerusakan total. Jika poin pertama ini memang benar, maka empat poin lainnya secara otomatis akan selaras. Alkitab dengan tegas mengajarkan bahwa manusia, dengan kekuatannya sendiri, benar-benar tidak mampu untuk datang kepada Allah untuk mendapatkan keselamatannya Mat 1925-26; Yoh 644; Rom 310-18. Para penentang Calvinisme dan Doktrin Kasih Karunia menegaskan bahwa, jika kita menerima doktrin-doktrin ini, maka kekudusan dan kesalehan akan hilang. Dengan kata lain, jika keselamatan memiliki kepastian yang kekal, mengapa orang-percaya tidak bebas berbuat dosa saja? Rasul Paulus menjawab pertanyaan ini di surat Roma 61. Tanggapan Paulus adalah dosa tidak akan cocok dengan kehidupan yang baru di dalam Kristus Rm 62-4. Doktrin Kasih Karunia justru lebih ketat mendorong seseorang menjalani hidup saleh menurut nilai Kristen daripada doktrin kepastian bersyarat. Kaum Puritan, yang dikenal karena kesalehan dan ketaatan mereka yang luar biasa untuk hidup kudus, justru didominasi oleh para Calvinis. Dalam Doktrin Kasih Karunia, kesalehan dipandang sebagai respon ucapan syukur orang-percaya atas kasih karunia Allah yang luar biasa terkait keselamatan Rom 121-2. Doktrin-doktrin ini, jika dipegang dan diyakini dengan benar, menjadikan perbuatan-perbuatan yang kita lakukan sebagai respon kasih sejati kepada Allah kita yang penuh kasih karunia. Allah begitu mengasihi kita sampai menyelamatkan kita dari dosa-dosa dan kesengsaraan kita. Katekismus Heidelberg salah satu dokumen pengakuan iman yang paling awal dari Reformasi Protestan dan materi untuk mengajar anak-anak dan orang-percaya baru ini dibagi menjadi tiga bagian The Misery of Man keadaan kita yang penuh dosa; Of Manโs Deliverance tindakan penyelamatan oleh Allah yang penuh kasih karunia melalui Yesus Kristus; dan Of Thankfulness respon kita terhadap kasih karunia Allah, yang juga menguraikan tugas kita sebagai orang Kristen. Jika kita menerima Doktrin Kasih Karunia sebagai kebenaran atau alkitabiah, lalu bagaimana kita merekonsiliasi hal ini dengan semua bagian ayat yang tampaknya menyatakan soal kepastian bersyarat? Jawaban singkatnya adalah orang-percaya bertekun tetap setia sampai akhir karena Allah sendiri yang memelihara kita. Dengan kata lain, jika kita tidak melakukan apapun untuk mendapatkan atau memperoleh keselamatan, mengingat keselamatan adalah anugerah yang diperoleh cuma-cuma karena kasih karunia Allah, bagaimana mungkin kita bisa kehilangan keselamatan? Kepastian bersyarat biasanya dipegang mereka yang juga meyakini kalau mereka ikut turut ambil bagian dalam anugerah keselamatan mereka, yang tersirat secara logis dalam teologi Arminian. Namun, pengajaran ini bertentangan dengan ayat-ayat seperti di surat Efesus 28-9 "Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu jangan ada orang yang memegahkan diri." Bagian ini dengan jelas menegaskan kalau kita benar-benar tidak memiliki kontribusi apa pun atas keselamatan kita. Bahkan, iman yang diperlukan seseorang untuk menerima anugerah itu sendiri merupakan pemberian dari Allah. Pada akhirnya, Arminianisme memberikan alasan bagi manusia untuk bermegah. Jika saya tetap setia sampai akhir karena kerjasama yang saya lakukan dengan Roh Allah, saya tentunya boleh bermegah tentang bagaimana saya bisa tetap berada di dalam gelanggang hingga akhirnya menyelesaikan lomba. Namun, tidak akan ada yang bermegah di surga kecuali bermegah di dalam Allah 1 Kor 131. Doktrin kepastian bersyarat tidaklah alkitabiah. Alkitab dengan jelas menyatakan bahwa kita bisa hidup saleh karena Allah sendiri yang memelihara kita. English Kembali ke halaman utama dalam Bahasa Indonesia Apakah kepastian yang bersyarat itu?
kepastian datangnya tidak boleh kita