π’ Kelebihan Dan Kekurangan Supply Chain Management
FungsiSupply Chain Management satu ini erat kaitannya dengan biaya pembelian bahan baku, biaya transportasi, biaya penyimpanan dan sebagainya. 2. Untuk Melakukan Mediasi Pasar. Supply Chain Management juga berfungsi sebagai alat yang digunakan untuk melakukan mediasi pasar. Mediasi pasar yang dilakukan bisa menghubungkan perusahaan dengan
salahsatunya adalah komponen supply chain management. Manajemen pengadaan memiliki tujuan untuk memperoleh efesiensi operasi dengan hubungan dari kesluruhan perolehan, gerak material serta kegiatan simpan 2.5.1 Kelebihan dan Kelemahan Metode AHP Adapun AHP memiliki sebuah kelebihan serta kekuarangandalam sistem analisinya. Kelebihan
0704/2013 Kegiatan e-commerce ini sebagai aplikasi dan penerapan dari e-bisnis (e-business) yang berkaitan dengan transaksi komersial, seperti: transfer dana secara elektronik, SCM (supply chain management), e-pemasaran (e-marketing), atau pemasaran online (online marketing), pemrosesan transaksi online (online transaction processing
Akibatnya produsen memberikan perintah kepada bagian perakitan mobil, hanya setelah pesanan diterima. Agar metode JIT berhasil, perusahaan harus memiliki produksi yang stabil, pengerjaan berkualitas tinggi, mesin pabrik bebas gangguan, dan pemasok yang andal. Sistem dan metode JIT bisa memotong biaya inventarisasi karena pabrikan tidak perlu
Bisniscom, JAKARTA β Anggota Pokja Bidang Pelaku dan Penyedia Jasa Logistik Kementerian Koordinator bidang Perekonomian Hoetomo Lembito mengatakan saat ini Indonesia masih menggunakan Supply Chain Management 3.0 atau generasi ketiga. Akan tetapi dengan bergabungnya Indonesia di G-20, yang merupakan kumpulan negara maju, dalam waktu dekat
Karenadengan SCM, pengeluaran untuk biaya produksi dan distribusi bisa lebih ditekan. Selain menekan biaya, supply chain management adalah teknik yang bisa memberi manfaat signifikan pada divisi perusahaan lainnya juga. Pelajari selengkapnya tentang pengertian supply chain management, komponen, hingga contohnya di bawah ini.
Manajemenprocurement memegang peranan penting dalam menentukan sukses atau tidaknya sebuah bisnis. Dalam supply chain, proses procurement sendiri terdiri atas beberapa tahap, dimulai dari mengidentifikasi kebutuhan perusahaan, mencari pemasok, melakukan negosiasi, mengatur pengiriman, hingga menerima tagihan dan melakukan pembayaran.
Dalamperspektif supply chain, perancangan produk baru adalah salah satu fungsi vital yang sejajar dengan fungsi-fungsi lain seperti pengadaan material, produksi, dan distribusi. Menurut Fisher (1997), fungsi supply chain pada dasarnya bisa dibedakan menjadi fungsi fisik dan fungsi mediasi pasar. Kegiatan seperti pengadaan material, produksi
MemahamiProses Supply Chain Management. Sejatinya, suatu produk sampai ke tangan end-user (konsumen) ini melalui proses yang panjang dan kompleks. Dalam rangkaian ini ada proses perolehan bahan baku, produksi, inventori, hingga distribusi produk ke konsumen akhir. Nah, bagi perusahaan, bagaimana agar proses itu berjalan secara terukur, efisien
NPMR. β Bagi para pelaku bisnis dalam menjalankan aktivitas usahanya, tentu saja mempunyai tujuan utama untuk meraup keuntungan yang besar. Supaya tujuan yang diinginkan bisa segera terwujud, maka harus benar β benar memperhatikan alur manajemen produk bisa berupa barang atau jasa dengan cara menerapkan supply chain management. Pengertian Supply Chain Management Supply Chain Management SCM atau mudahnya bisa disebut sebagai manajemen rantai pasokan yang mana menjadi salah satu bidang paling berpengaruh dalam ruang lingkup dunia bisnis karena mempunyai hubungan langsung terhadap kekuatan daya saing dari perusahaan itu sendiri. Bagi para pelaku usaha yang tergolong masih baru, sedikit demi sedikit mulai mempelajari supply chain management sangat disarankan. Dengan begitu, Anda sebagai pengusaha bisa membuat usaha tersebut maju seiring berjalannya waktu. Tujuan Supply Chain Management Supply chain management memiliki tujuan untuk mengirim produk secara tepat waktu untuk memuaskan konsumen, mengurangi biaya, meningkatkan produktivitas perusahaan dalam rantai Suppy dengan cara meminimalisir waktu, lokasi dan aliran kuantitas bahan. Melakukan Supply chain management sangatlah penting dan berdampak besar bagi suatu perusahaan untuk memperlancar proses produksi dan pemasaran, sehingga dapat memenuhi kebutuhan konsumen. Supaya Supply chain dapat terkendali secara efektif, maka perlu adanya arus informasi yang relevan. Selain itu, rasa saling percaya antar bagian entah itu dari pemasuk, perusahaan hingga konsumen. Komponen Dasar Supply Chain Management Berdasarkan penjelasan yang diberikan oleh Worthen dan Wailgum, terdapat beberapa komponen dasar dari Supply Chain Management seperti Sukses tidaknya penerapan Supply Chain Management sangat bergantung pada proses dimana Anda mulai merencanakan strategi yang hendak diterapkan pada bisnis tersebut. Tujuan utama dalam proses perencanaan strategi adalah agar bisa tercapai efektivitas dan juga efisiensi biaya. Selain itu, terjaminnya kualitas produk atau jasa juga bisa ditentukan sejak awal agar saat sampai ke konsumen bisa timbul rasa puas. Para pelaku bisnis harus bisa menentukan pilihan yang tepat terkait dengan supplier bahan bakunya. Pastikan supplier tersebut adalah sosok perusahaan kredibel dan bisa bertanggung jawab tas dukungan penuh dari proses produksi yang dilakukan. Oleh karena itu, seorang manager supply chain management, harus mempunyai kemampuan seperti menetapkan standar harga, mengatur pengiriman dengan baik, pembayaran bahan baku yang sudah dipesan, menjaga hingga terus berupaya untuk meningkatkan hubungan bisnis yang baik dengan para suppliernya. Komponen ini sudah masuk pada tahap manufacturing. Pada tahap ini, manajer supply chain management harus mampu melakukan penyusunan berbagai jadwal aktivitas sebagai pendukung proses produksi, uji coba terhadap produk, proses pengemasan, hingga proses persiapan pengiriman. Selain itu, perusahaan juga harus mampu melakukan beberapa tindakan seperti produktivitas pekerja, output produksi dan pengukuran kualitas. Pada tahap ini, perusahaan harus mampu memenuhi kebutuhan para konsumennya dengan cara melakukan pengelolaan jaringan gudang penyimpanan yang tepat, menentukan distributor yang tepat hingga mengatur sistem pembayarannya. Sebagai pihak perencana Supply Chain Management harus bisa menciptakan jaringan yang responsive, fleksibel dan memudahkan konsumen dalam proses mendukung pengembalian produk cacat yang dikomplain kan oleh para konsumen. Dengan penanganan yang baik, konsumen pun tak akan merasa kecewa karena berhasil mendapatkan pelayanan maksimal. Kelebihan dari Penerapan Supply Chain Management Dengan menerapkan Supply Chain Management pada bisnis, ternyata mampu menciptakan berbagai keuntungan pada bisnis itu sendiri seperti halnya Kepuasan Para Pelanggan Penopang terbesar perkembangan pada bisnis adalah kepuasaan dari para pelanggannya. Dengan menerapkan penggunaan Supply Chain Management pada bisnis, diharapkan mampu menciptakan rasa puas yang lebih kepada para pelanggan sehingga tingkat kepuasan itu seiring berjalannya waktu akan terus meningkat pesat. Disini dalam upaya menciptakan kepuasan, perusahaan mampu memproduksi produk sesuai dengan spesifikasi yang diminta oleh para pelanggan sebagai mitra usaha. Dengan memperhatikan tingkat kepuasan pada para pelanggan, diharapkan mereka pun bisa menjadi konsumen setia kita dalam kurun waktu lama long term. Pertumbuhan Pada Pendapatan Semakin banyak pelanggan yang setia pada produk kita, maka akan memunculkan potensi peningkatan pada pendapatan. Terlebih lagi jika mereka berkomitmen untuk menjalin hubungan usaha untuk jangka panjang. Peningkatan produksi dan stok produk menjadi semakin tinggi karena semakin banyak diminati oleh para pengguna. Akhirnya secara perlahan tapi pasti, kondisi tersebut akan berpengaruh langsung para peningkatan pendapatan yang signifikan. Biaya yang Dikeluarkan oleh Perusahaan Tanpa menerapkan Supply Chain Management, banyak perusahaan yang harus merogoh kocek dalam β dalam untuk berbagai kebutuhan seperti pengadaan barang, proses produksi hingga proses pendistribusian produk. Dengan menerapkan Supply Chain Management, pengeluaran dari aktivitas operasional perusahaan bisa ditekan karena adanya aliran produk yang sudah terintegrasi sehingga bisa diterima dengan baik oleh para konsumen. Aset Perusahaan Menjadi Bisa Lebih Maksimal Agar penerapan Supply Chain Management bisa berjalan dengan lancar, dukungan dari teknologi yang mumpuni sangatlah penting. Dengan adanya teknologi yang mumpuni dan up to date pada sebuah usaha, maka karyawan pun harus memiliki kemampuan yang bisa mendukung suksesnya manajemen rantai pasokan. Kinerja karyawan dari hari ke hari harus terus ditingkatkan untuk mencapai target yang diinginkan oleh perusahaan. Keuntungan dari Waktu ke Waktu Dengan adanya Supply Chain Management, perusahaan bisa melakukan penjualan produk lebih maksimal. Selain itu, efisiensi proses produksi hingga distribusi juga bisa menjadi penopang untuk terus meningkatkan pendapatan secara berkala. Jika perusahaan mampu mempertahankan performanya, keuntungan yang diraup juga bisa di atas rata β rata. Pihak Media Bagi Pasar Supply Chain Management ternyata juga sangat efektif dijadikan sebagai mediasi pasar. Jika perusahaan sudah mampu memastikan mekanisme supply chain diterapkan dengan baik, tentu semua barang yang disuplai akan sesuai dengan keinginan para pelanggan hingga konsumen akhir. Melalui Supply Chain Management, perusahaan juga menjadi lebih mudah dalam proses identifikasi produk yang paling diminati oleh para pelanggan dan selanjutnya pihak perusahaan bisa mengkomunikasikan lebih lanjut pada bagian produksi hingga bagian desain. Berjalannya Waktu, Perusahaan Menjadi Semakin Besar Tujuan utama yang diinginkan oleh perusahaan akan tercapai melalui penerapan Supply Chain Management. Keuntungan yang didapatkan dalam secara berkala, secara otomatis akan berdampak langsung pada semakin besarnya perusahaan. Kekurangan dari Penerapan Supply Chain Management Selama menerapkan Supply Chain Management, pastinya para pengusaha tak bisa lepas dari masalah yang ternyata menjadi kekurangan dari Supply Chain Management itu sendiri. Apa saja kekurangan yang biasa terjadi pada penerapan Supply Chain Management itu? Bahan Baku Bahan baku sebagai komponen pendukung utama produksi bisa saja terganggu jika penerapan supply chain management kurang tepat. Kondisi ini erat kaitannya dengan kemampuan supplier yang sudah Anda pilih terhadap kesanggupannya dalam memenuhi kebutuhan barang baku. Pabrik yang Kurang Dimaksimalkan Kegagalan penerapan Supply Chain Management bisa juga berdampak langsung pada pemanfaatan kapasitas pabrik menjadi kurang maksimal. Misalnya saja pabrik bisa melakukan produksi hingga 1000 produk, namun prakteknya hanya bisa produksi 600 produk saja. Inilah yang dinamakan tak bisa memanfaatkan kapasitas pabrik dengan maksimal. Produk yang Berlebihan Selain itu, pemanfaatan kapasitas pabrik yang sudah maksimal, jika tidak dibarengi dengan proses distribusi yang mumpuni, akan membuat persedian produk menjadi berlebihan. Ini juga merupakan salah satu dampak dari kegagalan penerapan Supply Chain Management. Transportasi yang Tinggi Dalam proses distribusi produk ke distributor atau gudang penyimpanan di luar kota, efisiensi pengiriman harus selalu diterapkan untuk bisa menekan biaya transportasi. Kegagalan Supply Chain Management bisa memicu tingginya biaya transportasi. Misalnya saja begini, jika ada beberapa distributor dalam satu arah yang sama, sebaiknya dibuatkan jadwal pengiriman yang sama. Produk yang Tidak Pasti Kemampuan pemasaran yang buruk, juga menjadi salah satu dampak dari kegagalan penerapan Supply Chain Management. Tingkat kepercayaan para pelanggan yang rendah, menciptakan resiko permintaan produk yang tidak pasti. Prinsip β Prinsip yang Digunakan Pada Supply Chain Management Prinsip pada Supply Chain Management biasanya digunakan sebagai tolak ukur sinkronisasi dan koordinasi pada kegiatan yang berhubungan langsung dengan aliran produk yang melibatkan suatu organisasi hingga lintas organisasi. Prinsip β prinsipnya antara lain Membuat segmentasi pelanggan berdasarkan dari kebutuhan. Mendengarkan dan melakukan pengamatan lebih lanjut, sehingga proses perencanaan pun bisa dilakukan lebih optimal. Mengelola berbagai sumber suplai dengan tujuan bisa menekan biaya. Mengembangkan strategi teknologi yang paling cocok untuk mendukung rantai pasokan secara keseluruhan sehingga mempermudah proses pengambilan keputusan. Mengadopsi pengukuran kinerja saat proses penerapan supply chain dilakukan dengan tujuan agar bisa meningkatkan pelayanan kepada para konsumen akhir. Cek Berita dan Artikel yang lain di Google Berita.
Berkembangnya jaman memang membuat banyak aspek dalam hidup jadi lebih mudah dilakukan. Tapi, ternyata itu juga membuat tantangan-tantangan baru yang harus kita hadapi. Begitu juga dengan tantangan supply chain management. Tentu ngga sama antara yang dulu dan yang sekarang. Kenapa? Karena supply chain terus berkembang mengikuti trend permintaan customers sekaligus menghadapi tantangan baru yang muncul dari waktu ke waktu. Sebagai seorang profesional di bidang supply chain, anda perlu membuat rencana strategis jangka panjang untuk tetap memastikan semua operasional anda berjalan dengan lancar. Apa sebenarnya tantangan supply chain management yang harus anda hadapi? Ekspektasi konsumen yang lebih menuntut, lebih banyak market channels, kompleksitas internasional, dan masih banyak lagi. Itu semua adalah tantangan supply chain management yang cukup besar untuk dihadapi setiap perusahaan. Mengingat hal itu, pada postingan kali ini saya akan membahas tentang beberapa tantangan supply chain management yang harus anda hadapi sekarang ini. Tapi, sebelum kita lanjut, saya mau mengajak anda untuk bergabung di scmguide telegram channel untuk memastikan anda ngga ketinggalan artikel-artikel supply chain management bermanfaat lainnya. 9 tantangan supply chain management yang harus anda hadapiKenaikan biaya di seluruh supply chainKenaikan biaya apa saja yang bisa terjadi dalam supply chain?Single source menambah resiko supply chainKompleksitas supply chain karena multiple market channelsKonsumen semakin menuntut kecepatan, kualitas, dan pelayanan yang terus meningkatMempertahankan strategi inventory tradisionalKurangnya data dan informasi yang bisa ditindaklanjutiTekanan resiko supply chainKetidakpastian supply chainTuntutan lainnya untuk supply chainKesimpulan 9 tantangan supply chain management yang harus anda hadapi Kenaikan biaya di seluruh supply chain Anda pasti tahu apa dampaknya kalau biaya supply chain anda naik kan? Betul sekali. Profit anda akan semakin berkurang. Menaikkan harga jual ke customer ngga pernah segampang itu. Jadi mau ngga mau andalah yang harus menanggung kenaikan biaya ini. Biaya-biaya supply chain berasal dari banyak fungsi, seperti biaya procurement, produksi, distribusi, dan banyak lagi. Yang jadi masalah adalah kalau anda ngga memberi perhatian terhadap kenaikan-kenaikan biaya tersebut. Anda jadi ngga mengambil langkah untuk meresponnya. Pada akhirnya, biaya operasional anda menjadi begitu tinggi. Kemampuan anda untuk bisa mengurangi dampak kenaikan biaya-biaya supply chain sangat penting di sini. Dan itu adalah salah satu tugas anda sebagai profesional di bidang supply chain management. Kenaikan biaya apa saja yang bisa terjadi dalam supply chain? Ada beberapa biaya yang bisa terus meningkat dari waktu ke waktu seperti biaya-biaya berikut ini. Harga bahan bakar untuk pengangkutan barang, baik melalui jalan darat, laut, atau udara. Memang biaya ini bisa berkurang dalam kondisi-kondisi tertentu. Tapi seringnya komoditas. Yang tentunya akan meningkatkan biaya bahan baku tenaga kerja yang lebih tinggi. Ini bisa terjadi baik di sisi supplier, manufaktur, atau internasional yang semakin kompleks. Akibatnya, biaya penyimpanan, pemindahan, dan pengelolaan produk pun menjadi lebih tinggi. Single source menambah resiko supply chain Banyak perusahaan menggunakan single source sebagai kebijakannya. Tentu saja banyak yang jadi pertimbangan kenapa mengambil kebijakan itu. Salah satunya adalah karena kebijakan tersebut dinilai lebih rendah dalam hal biaya yang harus dikeluarkan. Tapi sayangnya, single source juga akan membuat perusahaan anda lebih rentan jika supplier anda mengalami gangguan produksi atau transportasi, misalnya. Dengan semakin kompleksnya tantangan supply chain management sekarang ini, terlebih di masa pandemi seperti saat ini, single source menjadi semakin beresiko. Malah, bisa dibilang kalau itu adalah jaminan untuk hilangnya penjualan saat terjadi gangguan di supplier. Kalau anda tetap memilih untuk menerapkan kebijakan ini, pastikan anda sudah mempersiapkan strategi risk mitigation untuk mengantisipasi, atau meminimalkan, resiko dan tantangan supply chain management anda. Kompleksitas supply chain karena multiple market channels Kita ngga menyangkal kalau dibilang customer saat ini bisa membeli sebuah produk dari berbagai market channels. Dan tentu saja, supply chain anda harus beradaptasi dengan hal itu. Salah satu tugas anda sebagai profesional di bidang supply chain adalah untuk mengembangkan berbagai variasi dalam proses supply chain anda. Untuk apa? Tentu saja untuk bisa menangani setiap market channels berikut. Situs web eCommerce, yang menyediakan penjualan langsung ke konsumen, membutuhkan pengiriman yang cepat dan logistik di tingkat dan grosir tradisional, yang membutuhkan area penyimpanan yang besar dan dekat dengan kota besar. Jangan lupa juga untuk menggabungkan hal ini dengan inventory control yang akurat untuk memastikan produk selalu markets, yang membutuhkan pemahaman lebih dalam tentang pilihan-pilihan untuk memenuhi kebutuhan customer sekaligus tunduk terhadap syarat dan ketentuan dropshipping, yang membutuhkan layanan internasional yang cepat sehingga konsumen bisa menerima barang pesanan mereka dengan cepat pula. Seorang supply chain manager seringkali harus mengelola banyak supply chain, pihak ketiga, dan berbagai organisasi lainnya. Tujuannya apa lagi kalau bukan untuk membuat customer mereka puas. Terlepas dari bagaimana cara mereka memesan dan menerima produk tersebut. Anda juga pasti suka Bagaimana Membangun Supply Chain yang Efektif dan Efisien5 Faktor Yang Bisa Mengakibatkan Kegagalan Supply Chain Anda Konsumen semakin menuntut kecepatan, kualitas, dan pelayanan yang terus meningkat Tantangan supply chain management selanjutnya berkaitan dengan perilaku konsumen saat ini. Ada begitu banyak pilihan bagi konsumen sekarang ini. Hal itu tentu saja memaksa industri untuk membuka mata mereka terhadap kondisi ini kalau mereka ngga ingin kehilangan pelanggan. Saat ini, industri harus semakin fokus untuk menyediakan produk dan layanan yang memuaskan customer. Bukan cuma sekedar harga yang sekarang ini menjadi pertimbangan konsumen dalam membeli barang. Tapi juga kualitas dan kecepatan. Bagi konsumen di masa sekarang ini, harga, kualitas, dan kecepatan adalah tiga hal yang sama pentingnya. Ayo kita lihat beberapa fakta di lapangan. Konsumen saat ini ingin segera mendapatkan barang pesanannya. Terlebih lagi jika sudah menyangkut pembelian barang secara online. Mereka menginginkan pesanan mereka tiba dalam beberapa hari bahkan jika memungkinkan, tiba di hari yang semakin menuntut tingkat kualitas tertentu dari produk yang mereka mentah, barang setengah jadi, dan barang jadi harus selalu mematuhi persyaratan keselamatan dan peraturan-peraturan lainnya. Dan ini berlaku untuk setiap dan layanan yang ramah lingkungan pun menjadi tuntutan tersendiri bagi sebagian orang yang peduli dengan kelestarian lingkungan. Dan tahukah anda produk mana yang akan paling sukses di pasaran? Itu adalah produk yang memenuhi semua persyaratan mengenai kualitas, ketersediaan, dan harga yang diharapkan konsumen. Di sinilah peran supply chain management dibutuhkan dan menjadi semakin penting untuk memenuhi tuntutan-tuntutan tersebut. Mempertahankan strategi inventory tradisional Apa itu strategi inventory tradisional? Strategi inventory control tradisional adalah strategi yang berfokus pada kinerja masa lalu untuk menentukan strategi inventory saat ini. Kekurangan dari pendekatan ini adalah ngga mempertimbangkan kejadian ngga terduga yang mungkin terjadi. Selain itu, perusahaan anda juga menjadi ngga gesit dan seperti ngga mengakomodasi kondisi yang sebenarnya sedang anda hadapi sekarang ini. Anda perlu sebuah pendekatan dari luar ke dalam dengan menggunakan streaming data untuk membuka wawasan, melihat pergeseran pasar, dan menentukan demand. Dengan begitu, anda akan lebih bisa menangani ketidakpastian dengan lebih baik dibandingkan strategi inventory tradisional tadi. Anda juga bisa melakukan analisa what-if untuk menentukan strategi inventory yang tepat dalam rangka menghadapi tantangan supply chain management yang ada di depan mata. Kurangnya data dan informasi yang bisa ditindaklanjuti Masalah paling umum dihadapi para business leader, khususnya di bidang supply chain management, adalah kita seringkali ngga punya informasi yang cukup untuk membuat suatu keputusan. Plus, kompleksitas supply chain membuatnya semakin sulit untuk mengevaluasi beberapa alternatif, trade-offs, dan skenario untuk mendapatkan keputusan terbaik. ERP tradisional mungkin bagus dalam menangani data dalam jumlah besar. Tapi, caranya menangkap, memproses, dan menyimpan informasi membuatnya sulit digunakan untuk memprediksi trend ke depan. Pun begitu dengan kebanyakan analisa bisnis yang baik untuk melaporkan apa yang sudah terjadi, tapi hanya sedikit sekali menggambarkan tantangan supply chain management yang akan dihadapi di masa depan. Apa yang anda perlukan untuk menghadapi tantangan supply chain management adalah kemampuan mempertanyakan lagi data yang anda punya untuk menentukan solusi paling optimal. Jadi, anda ngga hanya terpaku pada data apa yang tersaji di hadapan anda. Anda harus bisa membuat pemodelan supply chain yang bisa merefleksikan secara akurat bagaimana supply chain anda bekerja, memperhitungkan semua input, output, dan hambatan, dan mampu memperhitungkan trade-offs. Dengan begitu, anda akan bisa mendapatkan data yang bisa anda gunakan untuk mempertimbangkan berbagai macam skenario yang mungkin terjadi untuk selanjutnya menentukan solusi terbaik menghadapi tantangan supply chain management yang anda hadapi. Tekanan resiko supply chain Seperti yang saya sebutkan sebelumnya, kompleksitas internasional, lingkungan yang berubah, tekanan ekonomi, dan perselisihan perdagangan, memberi tekanan tersendiri pada keseluruhan supply chain. Dan anda perlu berhati-hati, karena tekanan-tekanan tersebut bisa dengan mudah berubah menjadi resiko, bahkan masalah, untuk anda. Apa saja itu? Supplier, produsen, logistik, dan customer yang tersebar di berbagai negara, zona waktu, dan benua, tentunya memerlukan koordinasi dan pengelolaan yang beberapa proses dalam supply chain yang menambah kompleksitas untuk mitra hulu dan hilir yang tertutup dan kurangnya visibilitas yang meningkatkan kesulitan pelaporan, business intelligence, dan pengambilan keputusan yang compliance dan quality management, yang membutuhkan kesepakatan, kontrak, dan kontrol yang kuat dalam organisasi supply chain. Sekali lagi, tugas anda sebagai supply chain professional adalah untuk mengembangkan strategi yang tepat untuk memitigasi resiko-resiko tersebut. Anda harus memprioritaskan untuk meminimalisir resiko dan menangani masalah yang terlanjur terjadi. Ketidakpastian supply chain Ketidakpastian dalam supply chain pada kondisi tertentu bisa jadi masalah untuk anda. Anda harus mampu menangani masalah tersebut dengan cepat kalau anda ngga ingin ada keterlambatan, backlog, bottlenecks, atau masalah lainnya. Situasi politik dan proteksionisme di banyak negara mempengaruhi tarif pada semua jalur perdagangan. Apa dampaknya? Tentu saja timbulnya biaya tambahan, keterlambatan, dan waktu proses bea cukai yang lebih lama. Ini berarti pengiriman internasional anda menjadi lebih lambat. Selain itu, hal tersebut juga bisa dimanfaatkan pesaing anda dari negara-negara tertentu yang bisa mendapatkan tarif lebih rendah. Lebih jauh lagi, peningkatan volume barang internasional juga mengakibatkan port congestion. Akibatnya, supply chain anda akan mendapatkan lebih banyak tekanan karena kapal, truk, atau kereta api harus menunggu lebih lama untuk pemuatan, pembongkaran, dan pemindahan barang. Belum lagi fakta kalau otoritas dan operator pelabuhan juga mengenakan biaya untuk barang-barang yang disimpan di pelabuhan. Terlepas dari apa masalahnya, profesional di bidang supply chain perlu memahami apa sebenarnya masalah utama yang mempengaruhi supply chain di seluruh dunia. Mereka harus mampu membuat analisa dan mengembangkan strategi manajemen yang kuat untuk bisa menyelesaikan masalah dengan cepat. Apa yang dibutuhkan? Prediksi masalah sebelum masalah tersebut muncul. Buat kontrak, relationship management, kolaborasi, dan prioritas yang kuat untuk meminimalisir dampak masalahnya. Anda juga pasti suka 9 Hal Ini Bisa Membuat Anda Selalu Punya Excess Stock10 Cara Ini Bisa Mengurangi Biaya Supply Chain Anda Secara Signifikan Tuntutan lainnya untuk supply chain Apa lagi yang perlu menjadi pertimbangan anda sebagai seorang profesional di bidang supply chain? Ayo kita lihat. Kecepatan supply ke pasar dengan tepat waktu. Anda harus bisa menentukan lokasi dan ketepatan waktu dari bahan baku, suku cadang, dan produk berdasarkan sales and marketing cycles. Anda harus mampu memprediksi dan mengidentifikasi permintaan konsumen sejak awal. Selain itu, anda juga harus bisa merencanakan bagaimana supply dan management berdasarkan ketersediaan dan cost balancing. Retailer ingin memutar inventory mereka lebih cepat. Mereka ngga ingin mengeluarkan banyak uang karena produk yang bergerak lambat. Hal ini membutuhkan supply chain management hulu yang lebih baru yang memerlukan pembuatan prototipe dan pengembangan yang cepat. Pengenalan produk baru ke pasar membutuhkan supply chain yang andal, cepat, dan berkualitas. Kesimpulan Tantangan supply chain management modern terus meningkat dan bertambah. Untuk itu, dibutuhkan supply chain yang terus berkembang supaya mampu menjawab setiap tantangan yang ada. Kemampuan profesional di bidang supply chain untuk memprediksi, mengantisipasi dan, memecahkan masalah sangatlah dibutuhkan. Ia harus mampu menjadi yang terdepan dalam menghadapi tuntutan dan tantangan supply chain management yang memberi lebih dari sekedar visibilitas dan pengelolaan yang baik. Selain itu, ia pun harus bisa meminimalkan resiko, mengurangi kompleksitas, dan mengurangi biaya supply chain secara keseluruhan. βKalau anda pikir artikel ini bermanfaat, bagikan juga ke rekan-rekan anda lainnya dan gabung dengan scmguide telegram channel untuk mendapatkan artikel bermanfaat lainnya dari blog ini.β
Advantages of Supply Chain ManagementCost efficiencyEnhance outputAvoids delay in processEasily identify problem areasBetter collaborationDisadvantages of Supply Chain ManagementExpensive to implementComplicatedLack of co-ordination among departmentsRequires trained and personalized staffLack of reliabilityCost efficiencySupply chain management assist in attaining cost efficiency within the organization. It aims at optimizing all process of business which bring down the production cost, packaging cost, warehousing and transportation cost and avoids any wastage of goods by facilitating timely delivery. It minimizes the overall operating expenses and enhances the overall outputThe concept of supply chain management aims at maximizing the overall productivity of business. Supply managers monitor all production processes and ensure that all resources are efficiently utilized. Any wastage of resources is avoided which lead to maximize the overall delay in processPreventing any delays of business process is one of the major advantage of supply change management. Supply chain manager ensure that all materials are timely acquired for facilitating uninterrupted production of products. Also, they regulate all delivery and logistics services of business which promote delivery at right time at right location thereby avoiding any identify problem areasSupply chain management enable business in recognizing its issue that are adversely affecting its reputation and profitability. Managers can easily track the performance of every department and identify which one is lacking in delivering its duties. In absence of this concept, it will be difficult to detect the issue and every department will blame each other for any problem that collaboration Process of supply chain management bring better collaboration among distinct parties of business. It focuses on developing a proper communication channel within the business for avoiding any confusion or disputes. Smooth flow of information among all stakeholders like employees, customers, suppliers and distribution enhance understanding which leads to create a better of Supply Chain ManagementExpensive to implementMajor limitation of process of supply chain management is that it is quite expensive to implement. It requires large investment in terms of time, money and other resources that become unaffordable for small of supply chain management involves numerous complexities as it involves several departments within the organization. It may lead to create confusion and hamper the normal functioning of business. Employees may feel hesitant and demotivated to accept this concept as it is new to them thereby giving rise to several other difficulties. Lack of co-ordination among departmentsThe concept of supply chain management functions properly only if there is better coordination among departments of departments. Establishing a coordination among several departments within big corporate is a quite difficult task where this concept may eventually fail to trained and personalized staffSupply chain management requires qualified and trained human resources for its effective executive within the company. Company need to incurs heavy expenses for acquiring such taskforce that is professional and highly skilled. Small companies may find it unfavorable for their implementation. Lack of reliabilitySupply chain management lacks of reliability as it is completely dependent upon the mode of information exchange among several departments. If there is any instance of inaccurate information sharing by any of the department, then it will have adverse effects on performance of whole supply chain.
kelebihan dan kekurangan supply chain management